Tak ku mengerti tentang hati ini..mengapa begitu rapuh..mengapa begitu mudah tersakiti..rasanya seluruh dunia memusuhiku..rasanya semua orang membenciku..kusadari apalah aku ini..hanya sebutir debu di tanah yang luas ini..hanyalah sehelai daun gugur yang melayang tak tentu arah..pasrah pada angin..kemanapun dia berhembus..
Padahal baru saja aku merasa sangat bahagia memilikinya..seperti matahari..dia selalu saja bisa menghangatkanku..mengingat hal-hal indah..saat kita masih malu-malu berkata sayang..saat tangan kita mulai saling menggenggam..saat aku merasa bahwa dialah pelabuhan terakhirku..
Masih kuingat mimpiku tentang sebuah taman tempat aku dan dia duduk berdua..saling bercerita..berpelukan dan menari..tak kita hiraukan dinginnya saat itu..daun-daun berguguranpun menjadi hiasan terindah taman itu..meskipun hanyalah sebuah mimpi..tapi aku sungguh merasakannya seperti nyata..
Dan kita..saat semua itu hanyalah sebuah masa lalu..saat bahagia dan sedih hanya dibatasi dengan ”atau”..saat rindu tak tersampaikan..saat kata sayang sudah tidak dipedulikan lagi..saat perubahan terjadi semudah membalikkan telapak tangan..air mata tak terbendung..namun, mungkin inilah saatnya aku belajar melupakannya..karna aku sangat memahami tiada rasa sedih dan bahagia yang abadi..aku hanya tinggal menunggu waktu..waktu dimana tiada duka dan air mata lagi..